Perpustakaan Keliling (Pusteling) di SDN Jatiwarna I
Kamis, 09 April 2026 – Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Jakarta III melaksanakan kegiatan Perpustakaan Keliling (Pusteling) di SDN SDN Jatiwarna I Jl. Pasar Kecapi Kel. Jatiwarna, Kec. Pondok Melati, Kota Bekasi. Kegiatan ini dipandu oleh tim Pustakawan. Pada sesi awal kegiatan dijelaskan maksud dan tujuan kegiatan Pusteling yang diantaranya adalah meningkatkan minat baca dengan memberikan literasi informasi dasar bagi para siswa, mempromosikan perpustakaan Poltekkes Kemenkes Jakarta III, dan menyediakan buku bacaan untuk memenuhi kebutuhan informasi siswa.
Selanjutnya, Pustakawan menyampaikan materi literasi kesehatan ”Cara Mencuci Tangan Yang Benar”. Materi ini mencakup mengapa harus mencuci tangan pakai sabun, kapan saja bahwa harus mencuci tangan, dan langkah-langkah mencuci tangan yang benar. Dijelaskan bahwa cuci tangan harus menjadi kebiasaan, terutama setelah menyentuh benda-benda seperti pensil, buku, kursi, gelas, piring, pegangan pintu sampai toilet yang mungkin sudah terkontaminasi kuman. Tangan menjadi perantara berbagai kuman atau bahkan virus untuk masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, siswa harus selalu mencuci tangan pakai sabun dengan benar agar dapat menghilangkan kuman dan virus yang terdapat pada tangan.
Dijelaskan juga bahwa mencuci tangan yang benar harus menggunakan sabun di bawah air mengalir dengan durasi 40-60 detik. Basahi tangan seluruhnya dan pakai sabun secukupnya dilakukan dengan pelan dan tidak terburu-buru. Segala jenis sabun dapat digunakan untuk mencuci tangan baik itu sabun (mandi) biasa, batang maupun cair dan sabun antiseptik. Selanjutnya, kapan saja siswa harus mencuci tangan?
Lebih lanjut, Pustakawan menjelaskan bahwa mencuci tangan harus dilakukan setiap kali tangan terlihat kotor, setelah menggunakan toilet, setelah bermain di tempat umum, sebelum dan sesudah menyiapkan atau mengonsumsi makanan. Bahkan setelah batuk bersin atau membuang lendir, sebelum dan setelah menyentuh orang sakit, mengobati luka, sampai dengan setelah memegang baik hewan maupun tanah harus mencuci tangan; ditutup dengan penjelasan tentang langkah-langkah mencuci tangan yang benar. Terdapat 10 (sepuluh) langkah mencuci tangan yang benar. Langkah pertama, basahi kedua tangan dengan air bersih yang lahir perlahan. Langkah kedua, tuangkan sabun secukupnya ke telapak tangan yang basah, lalu gosok kedua tangan agar sabun menyebar merata dan berbusa. Langkah ketiga, gosok punggung tangan kanan dengan telapak tangan kiri, lakukan gerakan maju mundur perlahan lalu ulangi pada tangan sebaliknya dengan sabun. Langkah keempat, gosok sela-sela jari tangan kanan dan kiri bergantian, pastikan tidak ada bagian yang terlewat karena di sela jari banyak kuman.
Langkah kelima, gosok bagian belakang jari-jari di telapak tangan, gunakan gerakan saling mengunci untuk membersihkan area yang sulit dijangkau sabun. Langkah keenam, gosok ibu jari kanan secara memutar dalam genggaman kiri, kemudian ulangi untuk ibu jari kiri agar bersih dari kotoran membandel. Langkah ketujuh, gosok ujung jari dan kuku di telapak tangan, gunakan gerakan memutar. Langkah kedelapan, gosok pergelangan tangan kanan dan kiri secara bergantian, pastikan sabun juga mengenai bagian tersebut yang sering terabaikan saat mencuci. Langkah kesembilan, bilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang mengalir, pastikan tidak ada sisa sabun yang tertinggal pada kulit tangan. Langkah kesepuluh, keringkan tangan dengan tisu bersih atau handuk kering, jangan gunakan kain yang sudah basah atau kotor karena bisa menularkan kuman.
Akhirnya, melalui program Perpustakaan Keliling, Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Jakarta III berupaya memfasilitasi akses terhadap bahan bacaan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan siswa. Selain sebagai sarana edukasi literasi, kegiatan ini juga menjadi media diseminasi informasi kesehatan sejak dini. Pustakawan meyakini bahwa tingkat literasi yang baik berkorelasi positif dengan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Program ini merupakan bentuk nyata sinergi antara institusi pendidikan tinggi kesehatan dengan lembaga pendidikan dasar dalam upaya menciptakan generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga memiliki pemahaman dasar yang kuat mengenai kesehatan.
Salam literasi, salam edukasi, dan salam sinergi!!!
-HP-

