Workshop Literasi Informasi: Perpustakaan Dorong Budaya Riset dan Menulis Ilmiah

Share your love

Pada hari Kamis, 21 Mei 2026 Unit Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Jakarta III kembali menunjukkan perannya sebagai mitra akademik melalui penyelenggaraan Workshop Literasi Informasi. Kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring ini diikuti oleh 285 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta peserta dari luar Poltekkes Kemenkes Jakarta III. Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap workshop dan layanan konsultasi riset yang sedang dikembangkan perpustakaan dapat mendukung peningkatan kualitas penelitian dosen, memperluas wawasan tenaga kependidikan, serta menumbuhkan budaya menulis dan meneliti di kalangan mahasiswa.

Workshop ini menjadi wadah bagi sivitas akademika untuk meningkatkan kemampuan dalam menulis karya ilmiah, memahami literasi informasi, serta mengenal berbagai strategi yang dapat mendukung kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum pengenalan layanan konsultasi riset yang mulai dikembangkan oleh Unit Perpustakaan Terpadu.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai analisis bibliometrik dari M. Indra Adiningrat, S.Sos dari BRIN. Materi ini membahas cara memetakan perkembangan ilmu pengetahuan melalui publikasi ilmiah, mulai dari penyusunan strategi pencarian data hingga pemanfaatan perangkat lunak analisis bibliometrik. Menariknya, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga berkesempatan melakukan latihan langsung melalui lembar kerja yang telah disiapkan.

Sesi kedua menghadirkan Dr. Dhama Gustiar Baskoro, S.S., M.Pd dari Universitas Pelita Harapan yang membahas strategi menulis ilmiah di era digital. Dalam paparannya, peserta diajak memahami pentingnya menemukan research gap, memilih sumber informasi yang kredibel, menjaga integritas akademik, serta memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) secara bijak dalam proses penelitian.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa perpustakaan tidak hanya berperan sebagai penyedia sumber informasi, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran, penelitian, dan pengembangan kompetensi akademik. Melalui program-program literasi informasi yang berkelanjutan.

Perpustakaan terus berupaya mendukung terciptanya budaya akademik yang lebih kuat di lingkungan Poltekkes Kemenkes Jakarta III.

-HP-

Share your love