Menkes Terawan, Gagal Tangani COVID-19, Diganti Bankir Budi Gunadi

Submitted by polkesjati on Tue, 12/22/2020 - 17:16
bgs

tirto.id - Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan baru Kabinet Indonesia Maju pada Selasa (22/12/2020). Salah satu nama yang terdepak adalah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Jenderal bintang tiga itu digantikan oleh Wakil Menteri BUMN, bankir Budi Gunadi Sadikin. "Kemudian yang ketiga Bapak Budi Gunadi Sadikin, beliau sebelumnya adalah Direktur Utama Mank Mandiri kemudian Direktur Utama PT Asahan Aluminium dan terakhir menjadi Wakil Menteri BUMN dan sekarang kita berikan tanggung jawab untuk memimpin Kementerian Kesehatan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12/2020). Terawan memang menuai sorotan sejak awal pertama kali COVID-19 masuk Indonesia karena kegagapannya dalam menghadapi pandemi. Akibatnya memasuki bulan ke-10 pandemi COVID-19 menerjang Indonesia, keadaan justru semakin mengkhawatirkan. Pada Senin (21/12/2020) jumlah korban meninggal akibat COVID-19 di Indonesia mencapai 20.085 orang. Di awal pandemi, butuh 150 hari bagi COVID-19 untuk membunuh 5.000 orang, tetapi 5.000 kematian terakhir terjadi hanya dalam kurun waktu 39 hari. Jumlah kasus pun terus menanjak. Pada Senin (21/12) kemarin kasus aktif mencapai 104.809 atau sekitar 2 kali lipat dari kasus pada 10 November lalu yakni 53.846 kasus. Kondisi itu sontak membuat rumah sakit kelimpungan. Sejumlah daerah seperti Provinsi Banten, Kota Surabaya, dan Kota Bandung mengeluhkan bed occupancy ratio yang sudah menyentuh 90 persen. Kota Bogor bahkan sudah menyiapkan GOR Padjajaran untuk menjadi rumah sakit darurat COVID-19. Kondisi tak kalah berantakannya terjadi pada aspek testing. Sepekan terakhir, jumlah orang yang dites di Indonesia baru mencapai 252.920, memang jumlah itu hampir memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Indonesia yakni 267 ribu orang dites per pekannya. Namun, jika diperhatikan positivity rate pada Senin (21/12/2020) mencapai 27 persen artinya dari 10 orang dites 4 di antaranya positif COVID-19. Jokowi pun berkali-kali menegur Terawan atas kinerjanya. Pada Sidang Kabinet Paripurna (18/6/2020) lalu, Jokowi mengungkit soal penyerapan anggaran COVID-19 yang baru 1,53 persen dari Rp75 triliun yang disiapkan. Masih di bulan yang sama Jokowi kembali menegur Terawan, kali ini karena pencairan insentif untuk tenaga kesehatan yang mampet. Ia meminta, jika ada hambatan di peraturan menteri maka langsung disederhanakan. "Prosedurnya di Kemenkes bisa dipotong, jangan sampai ini bertele-tele. Kalau aturan di Permen (Peraturan Menteri)-nya terlalu berbelit-belit ya disederhanakan," Kata Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2020). Jokowi kembali menegur Terawan pada September lalu, kali ini Jokowi mengkritisi ketimpangan jumlah tes antar daerah, menurutnya ketimpangan itu harus diperkecil. Masih pada bulan September, Jokowi menegur Terawan melalui Twitter terkait angka kematian tenaga kesehatan yang sangat tinggi. Ia meminta Kemenkes melakukan audit dan koreksi atas protokol keamanan di rumah sakit. Hingga kini kematian tenaga kesehatan akibat COVID-19 masih belum berhasil direm. Per 15 Desember ada 202 orang dokter meninggal dunia akibat COVID-19. Rencananya, Budi Gunadi akan dilantik besok Rabu (23/12/2020) pagi. Ia akan dilantik bersama lima menteri baru lainnya yakni Tri Rismaharini menjadi Menteri Sosial, Sandiaga Uno menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yaqut Cholil Qoumas menjadi Menteri Agama, Sakti Wahyu Trenggono menjadi Menteri Kelauatan dan Perikanan, dan Muhammad Lutfi menjadi Menteri Perdagangan.

Baca selengkapnya di artikel "Menkes Terawan, Gagal Tangani COVID-19, Diganti Bankir Budi Gunadi", https://tirto.id/f8rW